Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

7 Jurus BK Hebat: Cara Guru Menjadi Support System bagi Siswa

Semarang — Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar materi pelajaran, tetapi juga sebagai support system bagi perkembangan psikologis peserta didik. Hal tersebut disampaikan dalam webinar pelatihan guru yang diselenggarakan oleh APKS PGRI Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Biro Pengembangan Profesi dan SLCC PGRI Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026).

Pelatihan menghadirkan narasumber Dr. Padmi Dhyah Yulianti, dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) sekaligus psikolog, dengan moderator Dr. Katarina Herwanti.

Dalam paparannya, Padmi menjelaskan bahwa siswa saat ini menghadapi berbagai tantangan psikososial, mulai dari tekanan akademik, banjir informasi di media sosial, hingga kecemasan terhadap masa depan.

“Di balik seragam yang rapi, sering kali siswa menyimpan kecemasan, kelelahan akademik, dan ketakutan tidak diterima dalam kelompok sosialnya,” ujarnya.

Karena itu, guru perlu berperan sebagai first observer atau pengamat pertama terhadap kondisi psikologis siswa di kelas. Guru diharapkan mampu mendeteksi tanda-tanda awal permasalahan serta memberikan dukungan emosional kepada peserta didik.

Padmi juga memperkenalkan konsep Multi-Tiered System of Support (MTSS) sebagai kerangka kerja sekolah dalam memberikan dukungan akademik, perilaku, dan kesehatan mental secara bertingkat.

Selain itu, guru diajak memahami pendekatan 7 Jurus BK Hebat yang meliputi mengenali potensi siswa, mengelola emosi, menumbuhkan resiliensi, menjaga konsistensi, membangun koneksi, memperkuat kolaborasi, serta menata situasi belajar yang positif.

Menurutnya, pengenalan potensi siswa sangat penting karena setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda.

“Setiap anak itu cerdas. Tidak ada anak yang bodoh. Tugas kita sebagai pendidik adalah membantu menemukan potensi tersebut,” katanya.

Melalui pelatihan ini, guru diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga mendukung kesehatan mental dan perkembangan karakter siswa.

Posting Komentar

0 Komentar