KUDUS — Ketika banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kudus, kabar kerusakan tak hanya datang dari rumah warga, tetapi juga dari rumah para guru. Di tengah situasi itu, solidaritas antaranggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Jawa Tengah mengalir dalam bentuk bantuan Rp50 juta untuk guru yang terdampak.
Bantuan tersebut berasal dari iuran dan kepedulian anggota PGRI di berbagai daerah di Jawa Tengah. Dana itu diserahkan kepada pengurus PGRI Kabupaten Kudus untuk diteruskan kepada guru yang rumah atau kehidupannya terdampak banjir.
Ketua PGRI Jawa Tengah, Muhdi, mengatakan tim pengurus harus membagi waktu karena bencana terjadi di banyak wilayah dalam waktu berdekatan.
“Tahun ini banjir, longsor, dan tanah bergerak terjadi di banyak tempat. Ada di Brebes, Banjarnegara, Cilacap, sampai Kudus dan Demak. Kami berusaha menjangkau semua daerah yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia menekankan bantuan tersebut bukan semata soal jumlah, melainkan tanda bahwa sesama guru saling memperhatikan ketika salah satu di antaranya sedang mengalami kesulitan.
Dalam kesempatan yang sama, Muhdi juga menyerahkan bantuan pribadi. Seluruh bantuan kemudian diterima Ketua PGRI Kabupaten Kudus, Ahadi Setiawan, untuk disalurkan kepada guru yang terdampak banjir bandang.
Ahadi mengatakan kehadiran pengurus provinsi memberi dukungan moral bagi anggota di daerah yang sedang menghadapi masa sulit.
“Teman-teman guru di sini merasa tidak sendirian. Ada perhatian dari sesama anggota,” katanya.
Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah Kudus dalam beberapa waktu terakhir meninggalkan kerusakan pada rumah warga, termasuk rumah para guru. Bantuan yang terkumpul dari sesama anggota PGRI diharapkan dapat membantu mereka kembali menata kehidupan sehari-hari.

0 Komentar