Semarang, 6 Juli 2025 — Pembina Pengurus PGRI Provinsi Jawa Tengah, Widadi, S.H., mengajak seluruh pengurus untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan keberanian dalam memperjuangkan nilai-nilai luhur pendidikan di tengah dinamika kebijakan nasional.
Dalam pertemuan Paguyuban Pengurus PGRI yang berlangsung di kediaman Dr. Sri Suciati, M.Hum., di Wologito Utara, Semarang, Widadi menyampaikan refleksi mendalam tentang pentingnya deep brotherhood—hubungan persaudaraan yang mindful, meaningful, dan joyful. “Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, tapi kesempatan untuk saling memotivasi dan memperkuat tekad perjuangan,” ujarnya.
Beliau menekankan perlunya membangun karisma organisasi yang lahir dari integritas dan keteladanan, bukan sekadar simbol formalitas. “Kita tidak bisa mengendalikan pola pikir pihak luar, tapi kita bisa mengendalikan diri kita agar PGRI menjadi kekuatan yang berpengaruh,” tambahnya.
Dalam paparannya, Widadi juga menyinggung sejarah panjang regulasi pengangkatan guru honorer, termasuk dinamika kebijakan PP 48 Tahun 2005 yang dulu sempat membatasi pengangkatan tenaga honorer menjadi ASN. Ia menegaskan bahwa perjuangan organisasi harus terus dilanjutkan dengan cara-cara bijak, bukan sekadar aksi protes emosional.
“Perjuangan bukan hanya demo, tetapi juga dialog, argumentasi, dan keteguhan prinsip,” tegasnya.
Lebih jauh, Widadi mengingatkan agar pengurus tidak terjebak pola pikir ekonomi semata dalam melihat dunia pendidikan. “Pendidikan itu dunia keluhuran budi, bukan sekadar dunia uang,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya ikhlas dan rido—sikap menerima dengan lapang dada hal-hal yang di luar kendali manusia, seraya terus berupaya melakukan yang terbaik.
Pada bagian akhir, Widadi menyoroti pentingnya penguatan nilai inti organisasi, core values, yang menjadi fondasi keberlanjutan PGRI.
“Kalau kita ingin karismatik dan berpengaruh, maka integritas harus menjadi napas gerakan kita,” pungkasnya.
Acara ini berlangsung dalam suasana akrab, dihadiri jajaran pengurus aktif, pengurus purna tugas, serta tokoh pendidikan yang turut berbagi pengalaman dan pandangan strategis tentang masa depan profesi guru di Jawa Tengah.
0 Komentar