PGRI Smart Learning and Character Center (PSLCC) Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar pelatihan Smart Teaching 4.0 bertema optimalisasi kurikulum dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam persiapan Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
Kegiatan yang menghadirkan Kelik Yan Pradana, S.Pd., M.M., Duta Teknologi Kemendikdasmen, ini diikuti guru dari berbagai daerah untuk memperkuat kompetensi transformasi pembelajaran berbasis teknologi dan karakter.
Dalam pemaparannya, Kelik Yan Pradana menekankan bahwa sekolah perlu memiliki identitas, branding, dan unique selling point agar mampu bersaing di era digital.
“AI bukan sekadar alat bantu, tetapi sarana membangun kreativitas, inovasi, dan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan peserta didik,” ujar Kelik Yan Pradana, S.Pd., M.M.
Peserta diajak memahami bagaimana AI dapat dimanfaatkan dalam penyusunan kurikulum, pengembangan visi sekolah, pembelajaran coding, robotik, branding sekolah, hingga pembelajaran berbasis projek dan karakter.
Ketua PGRI Smart Learning and Character Center Jawa Tengah, Dr. Saptono Nugrohadi, M.Pd., M.Si., menegaskan bahwa transformasi pendidikan memerlukan guru yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Guru masa depan adalah guru yang mampu memadukan teknologi, kreativitas, dan karakter untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna,” ujar Dr. Saptono Nugrohadi, M.Pd., M.Si.
Antusiasme peserta terlihat dari berbagai refleksi yang menunjukkan meningkatnya pemahaman guru tentang pemanfaatan AI dalam pembelajaran, penyusunan perangkat ajar, optimalisasi kurikulum, hingga pengembangan branding sekolah berbasis potensi lokal.
Pelatihan juga menghadirkan berbagai praktik baik implementasi AI di sekolah, termasuk coding dasar melalui Code.org, integrasi robotik, hingga pemanfaatan AI untuk desain media pembelajaran dan promosi sekolah.
#SmartTeaching40 #AIUntukGuru #PSLCCJateng #PGRI #TransformasiPendidikan #Kurikulum2026 #DeepLearning #GuruInovatif #PembelajaranDigital #TeknologiPendidikan

0 Komentar