Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Guru Jawa Tengah Optimalkan AI Kurikulum

Pelatihan “Smart Teaching 4.0: Optimalisasi Kurikulum dan AI dalam Persiapan Tahun Ajaran Baru 2026/2027” yang diselenggarakan PGRI Smart Learning and Character Center (PSLCC) Provinsi Jawa Tengah mendapat respons positif dari ratusan guru dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan menghadirkan narasumber Kelik Yan Pradana, S.Pd., M.M., Duta Teknologi Kemendikdasmen, dengan fokus penguatan kurikulum berbasis teknologi dan kecerdasan artifisial (AI).

Dalam sesi pembukaan, Dr. Saptono Nugrohadi, M.Pd., M.Si., Ketua PGRI Smart Learning and Character Center Jawa Tengah, menegaskan bahwa sekolah perlu memiliki identitas dan keunggulan yang mampu menjawab tantangan era digital.

“AI bukan untuk menggantikan guru, tetapi memperkuat kreativitas dan kemampuan guru dalam membangun pembelajaran yang bermakna serta berkarakter,” ujar Dr. Saptono Nugrohadi, M.Pd., M.Si.

Kelik Yan Pradana, S.Pd., M.M. menjelaskan bahwa transformasi pembelajaran tidak hanya berbicara tentang teknologi, tetapi juga bagaimana sekolah menemukan unique selling point atau kekhasan sekolah melalui kurikulum, branding, dan penguatan karakter peserta didik.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak menyusun strategi pengembangan kurikulum berbasis AI, pemanfaatan coding, robotik, deep learning, hingga penguatan branding sekolah melalui program unggulan. Peserta juga berdiskusi tentang implementasi AI dalam pembelajaran, pengembangan kokurikuler, hingga optimalisasi media sosial sekolah.

Antusiasme peserta terlihat dari berbagai refleksi yang disampaikan. Siti Rochani, S.Pd. mengaku lebih memahami persiapan penyusunan dokumen kurikulum. Rini Kurniawan menyebut pelatihan membantu guru memahami hubungan AI dengan kurikulum sekolah. Sementara Lina Cintya Dewi, S.Pd.SD menilai pelatihan memberi pemahaman efektif tentang pemanfaatan AI untuk pembelajaran dan administrasi guru.

Peserta lain seperti Suharti menyoroti manfaat AI dalam penilaian dan evaluasi pembelajaran sehingga guru memiliki lebih banyak waktu merancang strategi belajar yang interaktif. Sedangkan Suprio Simatupang dari Pulau Nias mengangkat praktik pengembangan seni kriya lokal yang dipadukan dengan teknologi AI sebagai branding sekolah daerah terpencil.

Pelatihan berlangsung secara sinkron melalui Zoom Meeting dan asinkron melalui Google Classroom dengan total 38 jam pelajaran. Program ini menjadi bagian penguatan kompetensi guru dalam menghadapi tahun ajaran baru 2026/2027 berbasis transformasi digital dan pendidikan karakter.

#SmartTeaching4 #AIUntukGuru #PSLCCJateng #PGRIJateng #DeepLearning #Kurikulum2026 #TransformasiDigital #GuruIndonesia #PembelajaranAI #PendidikanBerkarakter

Posting Komentar

0 Komentar