Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

M. Cholidi Asadil Alam: Al-Qur’an Harus Menjadi Cahaya Kehidupan

Peringatan Nuzulul Quran di Balairung Universitas PGRI Semarang mencapai puncaknya ketika penceramah M. Cholidi Asadil Alam menyampaikan tausiyah tentang makna turunnya Al-Qur’an bagi kehidupan manusia.

Di hadapan mahasiswa, dosen, dan ratusan anak yatim yang hadir, ia mengingatkan bahwa Al-Qur’an tidak sekadar dibaca sebagai ibadah, tetapi harus dipahami dan diamalkan sebagai pedoman hidup.

Menurut Cholidi, peristiwa Nuzulul Quran menjadi titik awal perubahan besar dalam sejarah umat manusia. Wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad SAW membawa pesan penting tentang ilmu, keimanan, dan kemanusiaan.

Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an berfungsi sebagai cahaya yang menerangi hati dan penuntun manusia dalam menjalani kehidupan.

Dalam ceramahnya, Cholidi juga mengajak generasi muda untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam belajar dan berkarya. Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan harus tetap berpijak pada nilai-nilai spiritual dan moral.

Ia menekankan bahwa membaca Al-Qur’an harus disertai dengan upaya memahami maknanya agar dapat membentuk karakter yang kuat dan berintegritas.

Tausiyah tersebut sekaligus menutup rangkaian pesan utama dalam peringatan Nuzulul Quran, yaitu menghidupkan kembali nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan pribadi maupun sosial.

Bagi para peserta yang memenuhi balairung pagi itu, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an bukan hanya kitab yang dibaca, tetapi juga pedoman yang menuntun manusia menuju kehidupan yang lebih bermakna.

Posting Komentar

0 Komentar