Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Rp 1.2 M Solidaritas PGRI se Jateng untuk Sumatra

Update lapangan • Solidaritas guru lintas provinsi • Pemulihan pendidikan pascabencana
Padang — Sabtu, 10 Januari 2026
Penyaluran bantuan PGRI Jawa Tengah
Klik foto untuk ukuran penuh.

Padang, 10 Januari 2026 — Banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir Desember 2025 tidak hanya merusak infrastruktur dan permukiman warga, tetapi juga memukul kehidupan guru dan tenaga kependidikan. Sejumlah sekolah rusak, rumah guru hanyut, dan aktivitas belajar terhenti di banyak titik.

Di tengah situasi tersebut, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan solidaritas senilai Rp1,2 miliar. Bantuan berupa dana tunai dan kebutuhan pokok itu dihimpun dari anggota PGRI Jawa Tengah dan diserahkan langsung kepada perwakilan korban di Sumatra Barat, yang menjadi titik temu penyaluran bantuan lintas provinsi.

Rombongan PGRI Jawa Tengah dipimpin Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum., dan didampingi sejumlah pengurus, antara lain Wakil Ketua III Mualip, S.Pd., M.M., Sekretaris Umum Drs. H. Aris Munandar, M.Pd., Ketua PGRI Kota Semarang Prof. Dr. Nur Khoiri, S.Pd., M.T., M.Pd., serta Ketua PGRI Kabupaten Pemalang Slamet, S.Pd., M.Pd. Rombongan diterima Ketua PGRI Sumatra Barat Drs. Darmalis, M.Pd., bersama jajaran pengurus setempat di Padang.

Muhdi menyampaikan bahwa bencana tidak berhenti pada fase darurat. Menurutnya, masa pemulihan justru menjadi beban terpanjang bagi korban, termasuk para pendidik yang harus memulai kembali kehidupan dan aktivitas belajar mengajar dari kondisi yang serba terbatas.

“Yang paling berat itu masa pemulihan. Ketika bantuan mulai berkurang, sementara kehidupan harus tetap berjalan. Pemulihan tidak selesai dalam hitungan minggu,” kata Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum., di Padang, Sabtu (10/1/2026).

Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan merupakan amanah anggota PGRI Jawa Tengah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama guru dan masyarakat terdampak di Sumatra. “Solidaritas ini lahir dari kesadaran bersama bahwa musibah bisa menimpa siapa saja, kapan saja,” ujarnya.

Selain menyalurkan bantuan, rombongan juga meninjau langsung lokasi terdampak untuk melihat kondisi guru dan sekolah pascabencana. Akses menuju wilayah Aceh dan Sumatra Utara yang masih sulit membuat penyaluran bantuan dipusatkan di Sumatra Barat, dengan distribusi lanjutan dilakukan melalui jejaring organisasi PGRI setempat.

Melalui pesan singkat kepada pengurus di Jawa Tengah, Muhdi menyampaikan bahwa seluruh amanah bantuan telah diserahkan sesuai kesepakatan organisasi. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan solidaritas anggota PGRI se-Jawa Tengah yang memungkinkan bantuan tersebut tersalurkan.

Bagi para guru dan tenaga kependidikan yang terdampak, bantuan ini menjadi penopang awal untuk kembali berdiri. Namun, pemulihan pendidikan di wilayah bencana masih memerlukan waktu, perhatian, dan dukungan berkelanjutan.

Posting Komentar

0 Komentar