Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

TEGAL - Jawa Tengah adalah pusat sejarah kelahiran dan perjuangan PGRI. Provinsi ini telah menjadi motor penggerak berbagai upaya perjuangan dalam dunia pendidikan. Namun, tampaknya masih ada beberapa yang belum sepenuhnya memahami pentingnya PGRI di Jawa Tengah.

Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr H Muhdi SH MHum, mengungkapkan pandangannya dalam acara Konferensi Kerja PGRI Kota Tegal dan Sosialisasi Perjuangan Organisasi – Daspen PGRI Jawa Tengah di SMA 2 Tegal, Jumat 1 September 2023.

"Pasti akan sangat aneh jika ada warga Jawa Tengah yang tidak merasa bangga dengan PGRI. PGRI ini berawal dan lahir di Jawa Tengah. Banyak sejarah perjuangannya yang dimulai di sini," tegas Dr Muhdi.

Dr Muhdi menjelaskan bahwa beberapa perjuangan penting PGRI yang berakar dari Jawa Tengah, salah satunya adalah mengenai usia pensiun guru. Awalnya, usia pensiun guru hanya 56 tahun (dengan opsi perpanjangan hingga 60 tahun). Meskipun undang-undang mencantumkan usia pensiun 56 tahun, pada kenyataannya, banyak guru tetap bekerja hingga usia 60 tahun.

"Ada insiden yang menarik ketika seorang Bupati di Purworejo memutuskan untuk mempensiunkan guru pada usia 56 tahun. Namun, ini hanya berlaku di Purworejo dan hanya untuk guru yang berada di bawah Kementerian Pendidikan. Sementara guru di bawah Kementerian Agama di Purworejo memiliki usia pensiun hingga 60 tahun," ungkap Dr Muhdi.

Namun, berkat perjuangan PGRI, isu ini diperjuangkan hingga tingkat nasional. Akhirnya, terbitlah undang-undang yang mengatur usia pensiun guru hingga 60 tahun tanpa opsi perpanjangan. Selain itu, beberapa kebijakan besar lainnya yang berasal dari Jawa Tengah termasuk UU Guru dan Dosen, yang memberikan tunjangan profesi guru setara dengan satu kali gaji pokok.

"UU Guru dan Dosen ini pertama kali dirancang di PGRI Jawa Tengah. Awalnya, hanya membahas guru, namun kemudian diingatkan oleh para legislator di Senayan bahwa kita juga perlu memperhatikan dosen. Oleh karena itu, kata 'dosen' akhirnya dimasukkan," jelas Dr Muhdi.

Sosialisasi tentang Daspen PGRI Jawa Tengah juga menjadi bagian penting dari acara ini. Wakil Ketua PGRI Jawa Tengah yang juga menjabat sebagai Ketua Daspen PGRI Jawa Tengah, H Sakbani SPd MH, mengingatkan pentingnya menghormati perjuangan para pendahulu, termasuk mereka yang mendirikan Daspen PGRI Jawa Tengah.

"Dari pengalaman yang ada, mengelola Daspen bukanlah tugas yang mudah. Beberapa daerah telah mencoba memahami pengelolaan Daspen, tetapi hanya sedikit yang berhasil," papar H Sakbani.

Hadir dalam acara ini adalah beberapa tokoh penting, termasuk Wakil Ketua PGRI Jawa Tengah Drs Rismono MPd, Wakil Sekretaris Umum PGRI Jawa Tengah Dr Saptono Nugrohadi MPd, Wakil Bendahara PGRI Jawa Tengah Muslich Macc, Kabiro Komunikasi dan Informasi PGRI Jawa Tengah Dr Agus Wismanto MPd, serta Ketua PGRI Kota Tegal Kadarisman MPd, bersama dengan anggota dan pengurus PGRI dari Kota Tegal. πŸ«πŸ’ΌπŸ“š #PGRIJateng #Pendidikan #Perjuangan

Posting Komentar

0 Komentar