Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

'Sumpah Guru' di Workshop Transformasi Digital PGRI

SEMARANG, 08 Agustus 2023 — Dalam sebuah momen yang penuh semangat, Ketua PGRI Jateng, Dr H Muhdi SH MHum, mengucapkan terima kasih kepada PB PGRI atas kepercayaan yang diberikan pada PGRI Jawa Tengah untuk menjadi tuan rumah Workshop Transformasi Digital PGRI seri ke-4. Dr Muhdi juga menyambut hangat perwakilan anggota dan pengurus PGRI Yogyakarta yang ikut bergabung dalam kegiatan ini.

"Kami berterima kasih atas kunjungan saudara-saudara kami dari provinsi yang 'istimewa'. Di tempat kami, juga ada yang istimewa. Mereka datang dari Cilacap. Kalau Jogja hanya butuh 2 jam untuk tiba. Sementara Cilacap, di ujung perbatasan, memerlukan 6 jam perjalanan," ujar Dr Muhdi dengan candaan yang hangat kepada utusan dari PGRI Yogyakarta.

Sebelumnya, Wakil Ketua PGRI Yogyakarta, Timbul Mulyono, melontarkan sentilan 'istimewa' mengacu pada karakter unik DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) ketika membandingkan pengelolaan organisasi antara Jawa Tengah dan DIY.

"Jateng boleh seperti itu, biarkanlah. DIY harus berbeda, karena DIY memiliki beban 'istimewa'," tutur Timbul, sambil memancing tawa dari para hadirin di lokasi acara.

Tentang acara yang tengah berlangsung, Dr Muhdi memberikan apresiasi tinggi kepada PB PGRI atas upaya dalam meningkatkan keterampilan guru dan tenaga kependidikan. Dia berharap kegiatan berkualitas seperti ini dapat membantu para guru dan tenaga kependidikan untuk membentuk generasi muda yang unggul dan kompetitif.

Dr Muhdi juga menjelaskan bahwa pada setiap kesempatan, dia selalu mengingatkan pentingnya sejarah perjuangan organisasi PGRI. Dia mengingatkan bahwa untuk mendirikan organisasi PGRI, guru-guru dari berbagai latar belakang organisasi berkumpul di Kota Surakarta untuk bersatu dalam satu wadah.

"100 hari setelah kemerdekaan, guru-guru dari berbagai organisasi bersatu membentuk organisasi bernama PGRI. Mirip dengan Sumpah Pemuda yang diangkat pada tahun 1928, pada 100 hari setelah kemerdekaan, para guru juga mengangkat 'Sumpah Guru' yang memuat 3 tujuan utama pembentukan PGRI," ungkap Dr Muhdi.

Tiga tujuan tersebut, kata Dr Muhdi, adalah pertama, mempertahankan dan meningkatkan Republik Indonesia. Kedua, meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran sesuai prinsip-prinsip demokrasi. Ketiga, membela hak-hak dan kesejahteraan buruh umumnya, dan guru pada khususnya.

"Secara ringkas, sumpah tersebut mencakup: mempertahankan kemerdekaan Indonesia, memajukan pendidikan, dan menghormati para guru," tambah Dr Muhdi.

Workshop Transformasi Digital PGRI ini diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman dan keterampilan para guru dalam menghadapi era digitalisasi yang semakin berkembang. Dengan semangat kebersamaan dan tekad untuk menghadirkan pendidikan yang lebih baik, para guru dari berbagai daerah hadir untuk merajut langkah menuju pendidikan yang adaptif dan inovatif.

Kami akan terus mengikuti perkembangan acara ini dan memberikan informasi lebih lanjut seputar perjalanan Workshop Transformasi Digital PGRI seri ke-4. #PGRIJateng #TransformasiDigitalPGRI #PendidikanMaju

Posting Komentar

0 Komentar