Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Anis Bawesdan: Apakah Guru Mau Digantikan oleh Teknologi?

Dari ACT ke-36 Jakarta Indonesia

Ancol, Jakarta-Kominfo PGRI Jateng Guru-guru dari 10+1 organisasi guru ASEAN berkumpul di Mercure Hotel Ancol Jakarta Indonesia menggelar ASEAN Council of Teachers Convention (ACT+1) ke-36 di Ancol, mulai Jumat-Minggu (2-4 September 2022.

Ketua Umum PB PGRI Prof Dr Unifah Rosyidi MPd dalam sambutan pembukaannya berharap kegiatan kerjasama antara asosiasi guru di negara-negara ASEAN+1 ini akan memperkuat jaringan dan kontribusi PGRI dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang profesional dalam rangka meningkatkan layanan pendidikan yang berkualitas.

Selanjutnya dalam serentetan pidato sambutannya, Gubernur DKI Anis Bawesdan Ph.D menanyakan kepada peserta konferensi apakah guru-guru rela dan mau digantikan oleh teknologi..? Jawabnya bisa iya bisa tidak. Tergantung dari niat dan kualitas  masing-masing guru untuk bisa terus meningkatkan kemampuannya menguasai Teknologi. "Guru harus tidak boleh berhenti untuk belajar", tandas Anis.

Konferensi ke-36 ini mengambil tema RECOVERING FROM THE PANDEMIC DESIGNING POST PANDEMIC EDUCATION IN DIGITALY INFUSED WORD. Pertemuan ini dihadiri organisasi guru dari Indonesia, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, serta Korea Selatan.

Hadir dan memberi sambutan secara daring dalam pembukaan tersebut Mendiknas RI Nadiem Makarim MBA. PGRI Jawa Tengah yang hadir sebanyak 99 utusan pengurus dari 35 Kab/Kota dan pengurus PGRI provinsi yang dikomandani  Dr Muhdi SH MHum Mengungkapkan konferensi ini untuk mendorong agar guru-guru dan pemimpin organisasi pendidikan di ASEAN dapat berkolaborasi, untuk mencapai kualitas dan standar pendidikan yang sama. Untuk itu, organisasi guru dan pemimpin pendidikan di ASEAN perlu bekerjasama, untuk merancang strategi peningkatan kualitas pendidikan. Dengan peningkatan profesionalisme guru diharapkan kesenjangan pendidikan di ASEAN  bisa diatasi.

Selanjutnya Dr Muhdi menambahkan, kegiatan ini juga sebagai ajang penyampaian 'Praktik Baik' dan penyampaian perkembangan pendidikan dari setiap negara peserta untuk meningkatkan kualitas.

Dr Muhdi juga berharap, dengan hadir di konferensi ini, peserta dari PGRI Jateng khususnya bisa belajar pendidikan baik tingkat dasar dan menengah dari guru-guru di wilayah Asean Ini. (Wis-Kominfo PGRI Jateng.

Posting Komentar

0 Komentar