Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Dari HBH PGRI Kota Salatiga : Semu Bupati, Bonus Demografi & Pecah Seribu

Salatiga, Senin (30/5) - Kominfo PGRI Jateng. Ketua PGRI Jawa Tengah hadiri Halal Bihalal bersama seluruh Pengurus dan anggota PGRI Kota Salatiga, bertempat di Gedung Kaloka Lantai IV, Senin (30/5/2022). HBH diawali dengan bacaan Ayat Suci Al Qur'an Surah Al Imran ayat 133, 134 oleh Laila Mutoharoh, M. Pd. guru RA Banin Salatiga.

Acara dilanjutkan dengan Laporan Ketua Panitia HBH Dr. Katarina Herwanti, M.Pd. Dalam laporannya Katarina menyampaikan salah satu nilai solidaritas adalah silaturahmi dengan saling maaf memaafkan.

Hadir dalam HBH bersama guru se Kota Salatiga adalah Pj Walikota Salatiga Sinoeng Nugraha Rahmad, SH., MM, Kepala Dinas Pendidikan, Kapolres, Dandim Salatiga, Ketua MUI Salatiga, Kepala Kemenag dan para tamu lainnya. Halal Bihalal PGRI yang berlangsung secara luring namun dengan tetap menjalankan protokol kesehatan itu juga dihadiri langsung Mitra PGRI yaitu Ketua DPRD Kota Salatiga, Kapolres, Dandim, Ketua Dewan Pendidikan Kota Salatiga.

Dengan mengusung tema "Mengokohkan Solidaritas, Soliditas PGRI untuk Indonesia maju" melalui HBH Hari Raya Idul Fitri 1443 H ini, Ketua PGRI Kota Salatiga KH Zaenuri, M.Pd mengajak seluruh guru untuk selalu bersyukur.

"Guru dan pendidikan ibarat 2 sisi mata uang yang tidak terpisahkan," kata Zaenuri.

Selanjutnya Ketua Pengurus PGRI Kota Salatiga, Zaenuri menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh anggota PGRI Kota Salatiga. Lewat tema HBH Zaenuri menggarisbawahi bahwa pentingnya pengangkatan guru ASN di Salatiga.

Dihadapan Pj. Walikota dan Ketua DPRPD Kota Salatiga, Zaenuri meminta agar program revitalisasi gedung PGRI di masa Walikota terdahulu dapat diwujudkan di masa Pj Walikota Salatiga.

"Hanya PGRI yang sangat solid dibandingkan ormas lainnya," pungkas Zaenuri

𝗘𝘀𝗲𝗺 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶
Dalam pidato sambutannya Pj Walikota Drs Sinoeng Noegroho Rachmadi, MM. menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin. Perihal revitalisasi gedung PGRI Salatiga Sinoeng berjanji untuk merealisasikan.

"Semu Bupati, Esem Mantri, Dhupak kuli. Untuk seorang Bupati, cara mengingatkan cukup hanya diberi pasemon (esem) saja, mengingat jabatannya yang tinggi (intelektualnya juga tinggi) pasti sudah paham," kata Sinoeng.

Sementara itu Ketua DPRD Dance Iskak mengatakan bahwa HBH adalah ajang saling memaafkan

"Seseorang sukses pasti karena guru," kata Dance.

𝗕𝗼𝗻𝘂𝘀 𝗗𝗲𝗺𝗼𝗴𝗿𝗮𝗳𝗶 & 𝗕𝗼𝗻𝘂𝘀 𝗗𝗶𝗴𝗶𝘁𝗮𝗹
Mengawali sambutan Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah Dr. Muhdi, S.H., Hum mengajak guru untuk mewujudkan Salatiga tetap istimewa.

"Dibandingkan dengan Turki, asal Salatiga bisa merawat sejarah kota ini, saya yakin tidak kalah dengan Turki," pesan Muhdi.

Selanjutnya Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi atas kekompakan Forkompinda Salatiga hadir di HBH PGRI Kota Salatiga.

"Salam PGRI adalah wujud semangat perjuangan. Menjaga NKRI tidak bisa kalau guru terpecah dalam berbagai organisasi guru," tandas Muhdi.

Cina mampu memanfaatkan bonus demografi, saat libur sekolah misalnya guru di Cina masuk kampus untuk mencharge kompetensi.

Perihal bonus digital bisa dimanfaatakan dengan baik. Bonus ketiga adalah keistimewaan Indonesia salah satunya adalah solidaritas.

"Kalau di IDI teman sejawat adalah saudara kandung," tandas Muhdi.

Solidaritas PGRI juga harus demikian. Dampak solidaritas adalah sertifikasi guru dan ini bertali temali dengan animo guru untuk umrah dan pergi haji.

"Ancaman saat ini bonus demografi kalau tidak bisa dikelola dengan sukses maka akan membangkitkan guru," pesan Muhdi.

Selanjutnya Muhdi mengingatkan perjuangan PGRI yang mampu meyakinkan pemerintah karena kekurangan guru. Kalau kekurangan guru tidak bisa dipenuhi maka akan muncul masalah yang serius.

"Ingatkan betul kepada Pj Walikota tentang pemenuhan kebutuhan guru. Guru PPPK sama dengan PNS," kata Muhdi.

Ketika proses seleksi dilaksanakan tidak saja Salatiga maju tetapi Indonésia.

"Guru tidak saja hanya pekerjaan tetapi akan menghantarkan kita kepada kemuliaan. Saya sudah merasakan, karena saya guru anak saya dimudahkan dalam belajar," pungkas Muhdi.

𝗣𝗲𝗰𝗮𝗵 𝗦𝗲𝗿𝗶𝗯𝘂
Pada butir acara Mauidzah Hasanah KBH, KH. Fauzi Arkhan, M.Ag menjelaskan bahwa orang masuk neraka karena dosa kepada sesama manusia. Menurut Fauzi Hablunminannas lebih utama daripada Hablunminallah.

Fauzi berpesan bahwa guru untuk memanfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara : 1. Waktu mudamu sebelum datang masa tuamu, 2. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, 3. Masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, 4. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, 5. Hidupmu sebelum datang matimu."

"Gunakan kehidupanmu. Sukses itu punya waktu untuk diri, punya waktu untuk sesamamu dan punya waktu untuk Tuhanmu," pesan Fauzi.

Tidak berhenti disitu, Fauzi kemudian meminta pengisi acara HBH untuk menyanyikan penggalan Lirik lagu Elvy Sukaesih yang berjudul Pecah Seribu ciptaan Toto Ario

"Hanya dia Hanya dia yang ada diantara jantung hati Tempat bermanja tempatnya rindu Tempat curahan hati yang damai ...."

Dari penggalan lirik lagu itu KH. Fauzi Arkhan, M.Ag mengingatkan bapak ibu guru peserta HBH untuk selalu ingat kepada Allah SWT kita akan kembali. KH. Fauzi Arkhan, M.Ag mengingatkan peserta HBH untuk selalu ingat kepada Allah SWT kita akan kembali. Tepat pukul 11.40 wib KH. Fauzi Arkhan, M.Ag menutup Mauidzah Hasanah. Adapun Doa HBH PGRI Kota Salatiga dipimpin oleh Dr. KH. Agus Suaedi, LC., MA.

HBH PGRI Kota Salatiga diakhiri dengan bersalaman-salaman.


Posting Komentar

0 Komentar