Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Dari HBH PGRI Kabupaten Semarang : Jangan Menjadi Orang yang Muflis

Getasan, Sabtu (14/5/2022) - Kominfo PGRI Jateng. Pengurus PGRI Provinsi Jawa Tengah memenuhi undangan HBH (Halal Bihalal) offline bersama seluruh Pengurus dan anggota PGRI Kabupaten Semarang, bertempat di SMP Negeri 1 Getasan Kabupatèn Semarang. Hadir dalam acara tersebut, Bupati Ngesti Nugraha, SH., MH, Camat Getasan, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, dan para tamu lainnya.

Halal Bihalal berlangsung secara luring dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, dan dihadiri langsung oleh Ketua Komisi D DPRD Kabupatèn Semarang, Forkopim Kecamatan Getasan Kabupatèn Semarang Provinsi Jawa Tengah. 

Dengan mengusung tema "Mengokohkan Solidaritas, Soliditas PGRI untuk Indonesia maju", Ketua Panitia  Subandi dalam laporannya menyampaikan setiap cabang PGRI Kabupaten Semarang diwakili 6 orang guru untuk hadir pada HBH Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Ketua panitia Subandi mengapresiasi sekaligus berterima kasih kepada Kepala SMP Negeri 1 Getasan berkenan menjadi tuan rumah.

Memberikan sambutannya Ketua Pengurus PGRI Kabupaten Semarang, Sukaton, SH, MM mengingatkan bahwa sebentar lagi akan dilaksanakan Penilaian Akhir Semester untuk itu Bapak Ibu guru agar menyiapkannya dengan baik. Sukaton yang juga Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan & Olahraga Kabupatèn Semarang menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh anggota PGRI Kabupaten Semarang. Lewat tema HBH Sukaton menggarisbawahi bahwa Bapak Ibu guru memiliki tugas besar yaitu meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Semarang terutama melalui program sekolah penggerak dengan Kurikulum Merdeka pada Tahun Ajaran 2022/2023.

Sementara itu mengawali sambutannya Sekum PGRI Jateng Drs H Aris Munandar MPd menyampaikan permohonan maaf dan salam hangat dari Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi SH MHum yang belum bisa sowan dikarenakan pada saat yang bersamaan sedang memimpin wisuda PGRI Semarang. PGRI Provinsi Jateng menyampaikan Selamat Idul Fitri 1443 H Mohon maaf lahir dan batin terutama apabila terdapat layanan yang belum sempurna. Sekum Pengurus PGRI Provinsi Jawa Tengah ini menyatakan bahwa PGRI Kabupaten Semarang adalah salah satu parameter keberhasilan pengurus PGRI Kab/ Kota diantara 35 Kab Kota di Jawa Tengah. 

Dihadapan Bupati Semarang dan Ketua Komisi D DPRD Kabupatèn Semarang,  Aris Munandar mengingatkan bahwa PGRI adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun PTK dan pendidikan. Tema HBH PGRI Kabupaten Semarang sangat relevan jati diri PGRI. 

"19 cabang dan 1 cabang khusus PGRI yang ada di Kabupaten Semarang jangan mau dipecahbelah untuk alasan apapun" tegas Aris. 

Dalam hal meningkatkan kompetensi anggotanya, Aris meminta agar PGRI Kabupaten Semarang untuk terus memfasilitasinya melalui APKS dan SLCC. 

"Tidak perlu berkecil hati jika ada yang "ngkladaki" guru, karena PGRI Jateng punya LKBH yang siap membantu guru secara gratis, " pungkas Aris menutup sambutannya.

"Hidup guru Hidup PGRI" pekik Bupati Kabupaten Semarang H Ngesti Nugraha, S.H., MM. diawal sambutan pembinaannya kepada peserta HBH. Bupati Ngesti menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri 1443 H memohon maaf lahir dan batin atas semua kesalahan kekhilafan beliau. 

"Tidak terasa 2 tahun Covid-19 menyebabkan kerusakan fisik fasilitas. Ya jalan, jembatan dan terutama sekolah2 di Kabupaten Semarang" terang Bupati Ngesti.

Selanjutnya Bupati meminta agar Kadinas selektif, dan memetakan sekolah manakah yang benar-benar kekurangan guru. Menurut Bupati Kabupeten Semarang, selain sarpras sekolah dan program PIP maka keberadaan guru sangat penting dalam membangun SDM Kabupaten Semarang yang berkualitas.

Dalam kesempatan bertemu guru di forum HBH tersebut Bupati mengapresiasi PGRI yang dalam kondisi apapun tetap memberi layanan kepada bapak ibu guru. Diingatkan oleh Bupati bahwa saat ini terjadi peningkatan angka pengangguran dan uniknya lulusan SMK menyumbang angka pengangguran yang signifikan dibandingkan lulusan SMA.

Pada HBH PGRI Kabupaten Semarang tahun ini, Mauidzah Hasanah disampaikan oleh Dr. KH. Muhammad Hanif, SH., MHum. Disampaikan bahwa hadir di HBH PGRI ini adalah untuk silaturahim dan mencari ilmu.T idak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi.

"Orang yang sedang mencari ilmu itu sangat disayang oleh Allah SWT," urai Hanif.

Sebaliknya Dr. KH. Muhammad Hanif, SH., MHum mengingatkan jangan menjadi orang yang muflis karena pelit memberi maaf dan mudah memutus silaturahmi. Terdapat tiga orang yang tidak akan masuk surga, yaitu: orang yang suka minum khamar, orang yang memutuskan tali silaturahim  dan orang yang membenarkan perbuatan sihir. Surga disediakan Allah SWT untuk orang-orang yang bertakwa. Tepat pukul 11.40 wib Dr KH. Muhammad Hanif, SH., MHum menutup Mauidzah Hasanah dengan doa.

HBH PGRI Kabupaten Semarang diakhiri dengan bersalaman-salaman.

Posting Komentar

0 Komentar