Ketua PGRI Jawa Tengah soroti kekurangan guru dan kesejahteraan pendidik
BERGAS — Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum., menegaskan pendidikan nasional membutuhkan keberpihakan nyata negara terhadap guru. Pernyataan itu disampaikan saat kegiatan Penguatan Kapasitas Pengurus (PKP) PGRI Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga di Gedung PGRI Kabupaten Semarang, Sabtu, 16 Mei 2026.
Muhdi yang juga Wakil Ketua Komite I DPD RI mengatakan kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan guru dan pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik di daerah. Menurutnya, pemerintah harus serius menyelesaikan persoalan kekurangan guru akibat pensiun massal dan lambatnya pengangkatan tenaga pendidik baru.
“Peningkatan status ASN dan kesejahteraan guru itu seharusnya menjadi tanggung jawab negara, bukan malah dipersulit, termasuk dalam penggunaan gelar,” kata Muhdi.
Dalam pemaparannya, Muhdi juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat perjuangan organisasi profesi guru. Ia menyebut almarhum H. Karseno sebagai tokoh penting yang membangun fondasi organisasi melalui Daspen, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), dan media organisasi Derap Guru.
Menurut Muhdi, keberadaan lembaga tersebut membuktikan PGRI Jawa Tengah tidak hanya memperjuangkan profesi guru, tetapi juga membangun sistem pendukung pendidikan secara berkelanjutan.
Kegiatan PKP diikuti pengurus PGRI Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, cabang, cabang khusus, dan anak lembaga PGRI sebagai bagian penguatan organisasi masa bakti XXIII.
#PGRIJateng #DrMuhdi #PKPPGRI #PendidikanIndonesia


0 Komentar