Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Seni Pendidikan Bukan Sekadar Pelengkap

Semarang — Pendidikan seni dinilai masih sering diposisikan sebagai pelengkap dalam sistem pembelajaran di sekolah. Pandangan ini menjadi sorotan dalam kegiatan Training of Trainers (TOT) Mengajar Seni Asik yang diselenggarakan PGRI Jawa Tengah Sabtu 11 April 2026.

Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr. Muhdi, menegaskan bahwa seni memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kemampuan dasar siswa.

“Seni memiliki peran besar dalam mengembangkan kemampuan kognitif, emosional, dan sosial anak,” ujarnya.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Panitia Dr. Dyah Nugrahani, S.Pd., M.Hum., dengan menghadirkan tiga narasumber yang memperkaya pendekatan pembelajaran seni.

Singgih Adi Prastyo, S.Sn., M.Pd. menekankan bahwa menggambar dapat diajarkan dengan cara sederhana dan menyenangkan, sehingga tidak lagi menjadi aktivitas yang dianggap sulit oleh siswa.

Sementara itu, Dr. Wawan Priyanto, M.Pd. mengulas bagaimana pembelajaran musik dapat dirancang secara lebih menarik dan kontekstual agar siswa terlibat aktif dalam proses belajar.

Adapun Prasena Aristianto, M.Pd. mendorong integrasi seni dalam berbagai mata pelajaran, sehingga seni tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari pengalaman belajar yang utuh.

Muhdi menilai bahwa selama ini pembelajaran terlalu berorientasi pada aspek akademik, sementara aspek karakter kurang mendapat perhatian.

“Sekitar 85 persen keberhasilan anak ditentukan oleh karakter dan akhlak,” katanya.

Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong guru menghadirkan pembelajaran seni yang lebih bermakna, tidak sekadar teoritis, tetapi memberi pengalaman belajar yang utuh bagi siswa.

Posting Komentar

0 Komentar