Semarang — Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum., menegaskan arah kerja organisasi tidak hanya bertumpu pada program, tetapi juga pada respons terhadap persoalan nyata guru dan pendidikan.
Dalam sambutannya pada Konferensi Kerja Provinsi II, ia menyampaikan bahwa tahun sebelumnya menjadi periode yang berat bagi organisasi, terutama dalam menyesuaikan kebijakan pendidikan dan memastikan keberlanjutan program. Meski demikian, berbagai kegiatan pengembangan profesi tetap berjalan melalui pelatihan yang dilakukan secara luring maupun daring.
Ia juga menyoroti persoalan ketenagakerjaan guru, khususnya upaya mengurangi status honorer dan mendorong kepastian status serta kesejahteraan. Menurutnya, proses tersebut tidak mudah, namun menunjukkan kemajuan melalui pengangkatan dan penyesuaian kebijakan yang terus diperjuangkan bersama.
Selain itu, organisasi juga terlibat dalam merespons bencana yang terjadi di berbagai daerah. Solidaritas anggota disebut sebagai kekuatan utama, dengan bantuan yang disalurkan langsung kepada anggota dan masyarakat terdampak.
Di sisi lain, Muhdi menekankan pentingnya kemandirian organisasi melalui penguatan usaha dan tata kelola yang berkelanjutan. Langkah ini dinilai penting agar kegiatan organisasi tidak bergantung pada satu sumber pendanaan.
Sambutan tersebut menegaskan bahwa konferensi kerja bukan hanya forum evaluasi, tetapi juga ruang untuk memastikan organisasi tetap relevan dengan kebutuhan anggotanya.

0 Komentar