Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

PGRI Tegaskan Tiga Peran Strategis bagi Guru

BLORA – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menegaskan kembali posisinya sebagai organisasi yang menjalankan tiga peran sekaligus, yakni organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan. Ketiga peran tersebut dijalankan secara bersamaan dan menjadi dasar kerja organisasi dalam membela kepentingan guru.

Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum., menyatakan bahwa peran PGRI paling nyata dirasakan ketika guru menghadapi persoalan hukum dan pekerjaan. Menurutnya, pada situasi tersebut PGRI hadir langsung memberikan pendampingan.

“Ketika guru berhadapan dengan persoalan hukum, di situlah PGRI bekerja secara konkret. Organisasi ini tidak hanya berbicara profesi, tetapi melindungi anggotanya,” kata Muhdi saat kegiatan Penguatan Kapasitas Pengurus (PKP) PGRI Kabupaten Blora, Sabtu (7/2/2026).

Muhdi menegaskan, melalui Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH), PGRI memberikan pendampingan hukum tanpa biaya kepada guru. Hal ini menjadi penting mengingat biaya pendampingan hukum di luar organisasi tidak terjangkau oleh sebagian besar guru.

“Pendampingan hukum diberikan tanpa memungut biaya. Ini bagian dari tanggung jawab organisasi ketenagakerjaan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II PGRI Jawa Tengah, H. Sakbani, S.Pd., M.H., menekankan pentingnya etika kepemimpinan dalam organisasi profesi. Ia menyampaikan bahwa pemimpin harus menjadi pihak pertama yang tampil dalam tanggung jawab dan menjadi yang terakhir dalam menerima penghargaan.

“Pemimpin itu berada di depan saat bekerja, dan di belakang saat menerima hasil,” kata Sakbani.

Ia menambahkan, kepemimpinan dalam organisasi harus mampu menjadi penopang bagi anggota, terutama saat menghadapi tekanan dan persoalan di lapangan. Prinsip tersebut dinilai penting untuk menjaga soliditas dan kepercayaan dalam organisasi.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Dr. Hj. Sri Suciati, M.Hum., menyampaikan bahwa peningkatan kualitas perguruan tinggi milik PGRI tidak dapat dipisahkan dari dukungan organisasi dan anggotanya. Ia menyebutkan bahwa latar belakang mahasiswa baru UPGRIS menunjukkan peningkatan kualitas input pendidikan.

“Kualitas mahasiswa baru menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap UPGRIS semakin baik,” ujarnya.

Sri Suciati menegaskan bahwa keberlanjutan perguruan tinggi PGRI sangat bergantung pada keterlibatan aktif keluarga besar PGRI dalam menjaga dan menguatkan lembaga pendidikan milik organisasi.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Umum PGRI Jawa Tengah Drs. H. Aris Munandar, M.Pd., Wakil Ketua V Jumanto, M.Pd., Wakil Sekretaris Umum Dr. Saptono Nugrohadi, M.Pd., serta Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H.

Lampiran Dokumentasi
Jika tampilan tidak muncul, buka langsung: Folder Google Drive

Posting Komentar

0 Komentar