Kontingen Porsenijar Provinsi Jawa Tengah menutup rangkaian Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran PGRI Tingkat Nasional dengan gemilang pada Jumat, 28 November 2025, di kompleks Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Setelah mengikuti upacara pembukaan dan seluruh pertandingan sejak 26 November, Jateng akhirnya memastikan diri sebagai juara umum berkat dominasi kuat di cabang seni, olahraga, dan kreativitas pembelajaran.
Dari sisi seni, Jateng mencatat prestasi mencolok. Paduan Suara Jawa Tengah meraih Juara 1 Nasional, menyingkirkan kontingen besar lain dan membuat seluruh official berdiri memberi aplaus panjang. Disusul Konten Kreatif dan Kreativitas Pembelajaran Mendalam yang juga mengunci Juara 1. Pada cabang olahraga, Catur tampil tak terbendung dan merebut Juara 1 Nasional, sementara tim Bulu Tangkis bertahan di posisi runner-up. Dari panggung seni, Tari Tunggal menyumbang Harapan 3, dan Tenis Meja berhasil menembus delapan besar.“Prestasi ini bukan hanya soal medali. Ini tentang kerja kolektif dan karakter guru-guru Jawa Tengah,” ujar Drs. H. Aris Munandar, M.Pd., Sekretaris Umum PGRI Jawa Tengah, usai pengumuman juara. Ia menyebut kemenangan ini sebagai bukti bahwa Jateng tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga konsisten dalam manajemen kompetisi.
Salah satu atlet mengaku kemenangan terasa seperti “balas napas panjang” setelah tiga hari bertanding. “Tegang, capek, tapi begitu Jateng diumumkan juara umum, semua rasa itu hilang. Yang tersisa cuma bangga,” katanya dengan mata berbinar.
Usai seremoni penutupan, kontingen Jawa Tengah langsung melakukan konsolidasi akhir dengan panitia provinsi untuk persiapan kepulangan pada malam hari. Panitia juga menyiapkan laporan evaluasi internal agar capaian 2025 menjadi pijakan memperkuat tradisi prestasi pada PORSENIJAR berikutnya. Dengan raihan ini, Jawa Tengah pulang membawa lebih dari sekadar piala—tetapi reputasi sebagai provinsi dengan konsistensi dan daya saing tertinggi di tingkat nasional.
Salah satu atlet mengaku kemenangan terasa seperti “balas napas panjang” setelah tiga hari bertanding. “Tegang, capek, tapi begitu Jateng diumumkan juara umum, semua rasa itu hilang. Yang tersisa cuma bangga,” katanya dengan mata berbinar.
Usai seremoni penutupan, kontingen Jawa Tengah langsung melakukan konsolidasi akhir dengan panitia provinsi untuk persiapan kepulangan pada malam hari. Panitia juga menyiapkan laporan evaluasi internal agar capaian 2025 menjadi pijakan memperkuat tradisi prestasi pada PORSENIJAR berikutnya. Dengan raihan ini, Jawa Tengah pulang membawa lebih dari sekadar piala—tetapi reputasi sebagai provinsi dengan konsistensi dan daya saing tertinggi di tingkat nasional.



0 Komentar