Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Halal Bi Halal PGRI Kabupaten Klaten

Dari Halal Bi Halal PGRI Kab. Klaten

Klaten, Kamis ( 27/4)-Kominfo PGRI Jateng Halal Bi Halal PGRI Kab. Klaten berlangsung pada Kamis 27 April 2023, bertempat di Gedung Grha Bung Karno Klaten.

Halal Bi Halal dihadiri Wakil Bupati Klaten. H. Yoga Hardaya, SH.MH., Ketua DPRD Hamenang Wajar Ismoyo Si.Kom., Sekda Kab Klaten  JAJANG, Forkopimda, Kepala Dinas Pendidikan Kab.Klaten, Titin Widiasih, S.Pd.M.Pd., H. Samiaji, SE. Wabub 2005.

Para sesepuh PGRI Klaten, dan Pejabat Kantor Kemenag, Dinas Pendidikan Kab. Klaten, Ketua dan Pengurus PGRI Kabupaten, Cabang, Ranting, Kepala TK, SD, SMP, SMA, SMK sebanyak 2000 orang.

H. Sunardi, SPd. MM. Ketua PGRI Klaten menyampaikan laporan sekaligus juga melaporkan hasil putusan Konferensi kerja provinsi yang memutuskan Dr.H. Muhdi, SH. M.Hum sebagai calon DPD RI 2024 satu-satunya  dari PGRI Jateng. 

Kepala dinas Pendidikan Titin Widiasih menyampaikan ucapan terimakasih atas Kerjasamanya antara  PGRI dan Dinas Pendidikan juga  terselenggaranya acara halal bihalal inu.

Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi dalam Sambutannya disamping  memohan maaf atas nama pengurus, juga apresiasi atas terselenggaranya halal bihalal yang diikuti 2000 pengurus dan anggota.

Dr. Muhdi menyampaikan buah SILATURAHMI  diantaranya adalah solidaritas, dan buah puasa ramadhan  adalah Ketaqwaan. Maka tema SILATURAHMI PGRI MENGUKUHKAN SOLIDARITAS MENEGUHKAN KETAQWAAN sangat tepat dipilih PGRI dalam halal bihalal, agar solidaritas PGRI makin kukuh dan ketaqwaan makin teguh.

Selanjutnya Dr. Muhdi menyapaikan bahwa Indonesia Maju, hanya bisa dicapai apabila generasinya unggul, dan hal itu bisa dicapai apabila Gurunya unggul yaitu kapabel dan sejahtera. 

"Sejahtera artinya guru mendapat penghasilan layak dan statusnya pasti. Maka PGRI akan terus berupaya meningkatkan profesionalisme guru dan mastikan guru sejahtera", tandas Dr Muhdi.

 Oleh karena itu,  PGRI juga berterimakasih atas pengangkatan P3K guru di Klaten, tetapi 2023 harus dimaksimalkan karena masih butuh 3000an guru berdasar PMK 212.  Dan mengingatkan kalau tidak diajukan akan ditetapkan menteri, demikian tandas Dr Muhdi Menambahkan.

Uraian halal bi halal disampaikan oleh KH.Triharni. ( Wis)

Posting Komentar

0 Komentar