Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Merencanakan Pembelajaran & Asesmen di Kurikulum Merdeka dengan Quizizz

 

Semarang, Kabar.SLCC – Smart Learning & Character Center PGRI Provinsi Jawa Tengah mengadakan Pelatihan 32 jp dengan pola Syncronous dan Asyncronous dengan tajuk "Quizizz dalam Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka". Pelatihan secara Syncronus dilakukan pada tanggal 19, 26 Mei dan 2 Juni 2022 dan Pendampingan penyelesaian tugas secara Asyncronus dijadwalkan dari 19 Mei s/d 2 Juni 2022.  

Pelatihan secara syncronus perdana dilaksanakan pada Kamis tanggal 19 Mei 2022 dengan mata diklat Mengenal Quizizz untuk Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Melalui Pelatihan "Quizizz dalam Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka" ini, Bapak Ibu guru diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dalam merencanakan pembelajaran dan asesmen Kurikulum Merdeka. 

"Perencanaan pembelajaran dan asesmen dalam Kurikulum Merdeka ini bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah," terang Saptono.

Kurikulum Merdeka

Kepada peserta pelatihan, Dr. Saptono Nugrohadi, M.Pd., M.Si menjelaskan bahwa pembelajaran dan asesmen Kurikulum Merdeka dimulai dengan membuat Perencanaan dan Pelaksanaan Asesmen Diagnostik, Menganalisis Capaian Pembelajaran (CP) untuk Menyusun Tujuan Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran, Penyesuaian Pembelajaran dengan Tahap Capaian dan Karakteristik Peserta Didik, Pelaporan Hasil Belajar, Mengembangkan Modul Ajar, Perencanaan, Pelaksanaan, serta Pengolahan Asesmen Formatif dan Sumatif serta Evaluasi Pembelajaran 

"Mayoritas peserta sebanyak 50 persen peserta, mengaku puas dan 42 persen peserta merasa sangat puas serta 8 persen menyatakan cukup puas dengan Pelatihan Quizizz dalam Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka ini," kata Ketua SLCC Saptono Nugrohadi melalui keterangan tertulis, Kamis (19/5/2022).

Keterangan gambar : Survei kepuasan peserta pelatihan

Pada agenda kedua pelatihan, Rosyidah, S.Pd., trainer Quizizz memandu Bapak Ibu guru peserta pelatihan untuk bisa membuat akun Quizizz. Selanjutnya peserta dipandu cara cara membuat soal di Quizizz.com

"Quizizz adalah sebuah web untuk membuat permainan kuis interaktif yang bisa digunakan dalam pembelajaran dikelas (bisa juga digunakan untuk evaluasi pembelajaran), " kata Rosyidah mengawali penjelasannya.


Manfaat & Relevansi 

Pelatihan ini disambut baik oleh Bapak Ibu guru peserta. Tercatat 388 orang guru dari pelbagai Kab/Kota di Jawa Tengah, Jabar, DIY dan Jatim mengikuti pelatihan ini. 

Keterangan gambar: Survei kebermanfaatan dan relevansi pelatihan 

Berdasarkan survei tersebut, ternyata Bapak Ibu guru peserta merasakan kebermanfaatan dan menyatakan Pelatihan Quizizz dalam Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka ini relevan dengan tupoksi mereka sebagai guru.

"Peserta pelatihan merasakan manfaat pelatihan begitupun dengan relevansi pelatihan. Peserta menyatakan bahwa pelatihan Quizizz dalam Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka sangat relevan dengan tupoksinya sebagai guru," ujar Saptono Nugrohadi.

Pujian pun mengalir deras di kolom saran peserta berupa kata-kata 'sudah baik', 'sangat bermanfaat' lengkap dengan berbagai emoji sanjungan. Sejalan dengan itu, ada juga peserta yang mengeluh susah sinyal. Sementara itu beberapa peserta pelatihan meminta agar durasi waktu pelatihan ditambah. 

Baca juga : Wujudkan Capaian Pembelajaran dengan Assemblr Edu

Berikut ini usulan para peserta Pelatihan Quizizz dalam Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka selengkapnya

Keterangan gambar : Usulan dan masukan umum peserta pelatihan

Tak Sekedar Sertifikat

Mengakhiri pelatihan selaku penanggungjawab program, Dr. Saptono Nugrohadi, M.Pd., M.Si. menyatakan bahwa pertanyaan paling menjebak dalam pelatihan guru adalah aplikasi apa (lagi) yang harus pelajari untuk suksesnya Kurikulum Merdeka? 

"Jika Bapak Ibu guru terjebak di pertanyaan itu, maka Bapak Ibu guru tersangkut terus-menerus di tingkat Substitution. Pertanyaan yang tepat adalah: bagaimana lagi cara saya menggunakan teknologi (hardware dan aplikasi) yang sudah saya pelajari ini untuk mengembangkan pembelajaran," katanya.

Setuju! Tidak karena ingin mendapatkan sertifikat semata namun setiap tindak lanjut pelatihan guru (Augmentation, Modification, dan Redefinition) menuntut Bapak Ibu guru untuk mengubah kegiatan dan/atau tujuan pembelajaran di kelas.

Posting Komentar

0 Komentar